Member Sign Up  |  Login
Intro  |  Home  |  CSR
Lamicitra Berkomitmen Garap MISC
SURABAYA: PT Lamicitra Nusantara Tbk (LN) masih berkomitmen mengembangkan kawasan Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan melalui proyek Madura Industrial Seaport City (MISC). Proyek itu kini memasuki tahap studi kelayakan yang dijadwal selesai November 2008.

Direktur PT Lamicitra, Priyo Setya Budi, mengatakan perusahaannya kini tengah menyiapkan proyek pengembangan kawasan kota pelabuhan di Kabupaten Bangkalan.

"Kawasan Madura akan berkembang pesat pasca selesainya Jembatan Suramadu. Manajemen kini tengah menyusun langkah strategis berupa rencana pengembangan kawasan di sekitar Kecamatan Socah, Kab. Bangkalan untuk kawasan industri maritim melalui MISC," kata Priyo kepada wartawan seusai RUPS dan RUPSLB perusahaan itu, di Surabaya, kemarin.

Proyek MISC, lanjut dia, akan menggunakan lahan cukup luas sebanyak sekitar 10.000 hektare, kini perkembangannya masih dalam tahap studi kelayakan. Hasil studi itu baru dapat selesai pada November 2008 ini. "Pasca hasil studi itu baru akan disusun konsep detail pembangunan serta action plan-nya, sehingga berapa besar dana yang dibutuhkan akan dapat diketahui," ujarnya.

Meski demikian, gambar proyek MISC telah dipajang pada forum RUPS dan RUPSLB perusahaan itu, bahkan menurut sumber Bisnis, perusahaan itu kini tengah menjaring mitra investor dari luar negeri khususnya di Singapura. Bahkan untuk memuluskan rencana itu, menurut dia, pada RUPSLB perusahaan itu disepakati ada penambahan satu orang direksi lagi sehingga totalnya enam direksi, posisi itu ditempati oleh Prasetyo sebagai direktur pengembangan.

Pergeseran pendapatan

Sementara itu, PT LN dalam dua tahun ini (2006-2007) mengalami pergeseran dominasi sektor usaha yang berkontribusi pada pendapatan, dari sektor jasa perhotelan yang pada 2006 mendominasi pendapatan sebesar 58%, bergeser ke sektor real estate yang pada 2007 mendominasi pendapatan 47%. Naiknya pendapatan sektor real estate ini dipicu selesainya dua proyek perusahaan yaitu Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Tunjungan Elektronik Centre Surabaya pada 2007.

Priyo mengatakan dari total pendapatan yang diraih pada 2007 sebesar Rp93,2 miliar, angka itu didominasi pendapatan sektor real estate yang mencapai Rp44,15 miliar atau 47%, posisi kedua ditempati sektor jasa perhotelan dengan kontribusi 29,89% dengan nilai Rp27,86 miliar. Ada pergeseran dominasi pendapatan, lanjut dia, karena bila menilik pada 2006, dimana total pendapatan sebesar Rp43,56 miliar didominasi oleh hasil kontribusi pendapatan sektor jasa perhotelan yang mencapai 50% atau sebesar Rp24,94 miliar.

"Dominasi sektor jasa perhotelan pada 2006 digantikan sektor real estate pada 2007. Padahal pada 2006 sektor real estate hanya berkontribusi sebesar 2%. Sektor jasa perhotelan sendiri meski digeser tapi mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp2,92 miliar, dari Rp24,94 pada 2006 menjadi Rp27,86 miliar pada 2007," kata Priyo menambahkan. Lebih jauh Priyo mengungkapkan, sektor real estate diproyeksikan masih akan mendominasi pendapatan pada akhir 2008.

Sumber
 
Studi kelayakan ditarget selesai November 2008
Lamicitra Berkomitmen Garap MISC SURABAYA: PT Lamicitra Nusantara Tbk (LN) masih berkomitmen mengembangkan kawasan Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan melalui .
read more
Lamicitra Bangun Kota Industri di Bangkalan
PT Lamicitra Nusantara, Tbk akan membangun kota industri di Kabupaten Bangkalan, yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp3 triliun. Dirut .
read more
 
Home   |   Profile   |   Line of Business   |   Investor Related   |   News   |   CSR   |   Career   |   FAQ   |   Member   |   Contact Us   |   Sitemap
© 2008-2014 PT. Lamicitra Nusantara, Tbk.